kalian pasti punya cerita menarik dalam hidup kalian, dan mungkin kalian juga pernah ingin untuk menceritakannya, atau berbagi pada teman yang lain.
aku ingin berbagi sedikit cerita dari sepenggal tuisan di diary ku.
dear diary,
baru kali ini untuk kesekian kalinya aku merasakan bukti nyata dari kassih Tuhan kepadaku, Dia menghadirkan sosok pria dewasa yang sangat mengerti aku, memahami aku bahkan melibehi diriku sendiri.
dia tetap sabar dan berbahagia menghadapi tingkah kekanak-kanakan ku.
contohnya pada hari ini,
bukan, tepatnya 3 hari dari aku menulis diary ini...
malam itu setelah aku membesuh saudara di RS pria ini, ya.. panggil saja dia paejoo ini panggilan sayang kami dan aku adalah paenndull hehe agak konyol tapi lucu juga.
eiiccttt.... tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan
sekitar pukul 19:00 wib aku memutuskan untuk kembali ke malang, karena esok ingin menghadap dosen, ditengah perjalanan kami terhenti karena hujan deras, yaa... walaupun udah membawa jas hujan tapi dia memutuskan utuk bersinggah di POM bensin karena alasan takut aku sakit. (ciiee... lebay padahal gak blasss)
di sana kami bercanda seperti biasa, banyak orang yang memperhatikan kami (sookk GR haha)
tapi beberapa waktu kemudian cndaan kami terhenti, memang benar kata orang tua, terlalu banyak bergurau membuat kita menangis. sigkat kata saja, aku marah sama dia, aku diam sambil menangis... diapun terdiam dan hanya bisa diam dan bersabar untuk tidak meladeniku
selang beberapa waktu kemudian hujanpun reda dan kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan
dijalan aku tetap menangis dan tidak terjadi satu percakapanpun
sampai pada saatnya
ndull: joo barangku ketinggalan di POM tadi
paejo: iya ta ndull???
ndull: yaudah lah udah jauh g usah di ambil gak penting juga
paejo: (diam)
ndull: (diam, dan sinis)
(tiba2 memutuskan untuk putar arah)
ndull: (melihat plang arah menuju surabaya)... joo mau kemana???
paejo: pulang kemalang (dengan nada yang pendek)
ndull: (ooo... percaya karena pada dasarnya tidak tahu arah). sampai pada akirnya, dalam hati (kog kayak POM bensin tadi).... jooo ngapain k POM kan bensinnya penuh
paejo: katanya barang pyn ketinggalan, dimana biar aku aku ambilkan
ndull: bentar tak cek e di tas,,, wah ada g ketinggalan joo... maap hehehe
paejo: hemm makanya dek di cek dulu, yawes gpp.... ojo marah ae ta, mas e gak konsen nyetir nich.. (dengan nada yang rendah)
ndull: pyn gak bilng kalw mau ambil, jadi aku gak cek heheh... maap ya jooo
paejo: iya gpp ndullku sayang
ndull; makasih
hehe terimakasih Tuhan, terimakasih kamu paejo yang selalu mengerti perasaanku, aku sayang kamu, bahkan kamu sendiri tidak tahu dan tidak mampu untuk mengukurnya
i love you so much
#maaf ya teman tulissannya agak membosankan ini aku baru belajar, semoga besok akan ada cerita yang lebih baik untuk ditulis lagi. hehe
aku ingin berbagi sedikit cerita dari sepenggal tuisan di diary ku.
dear diary,
baru kali ini untuk kesekian kalinya aku merasakan bukti nyata dari kassih Tuhan kepadaku, Dia menghadirkan sosok pria dewasa yang sangat mengerti aku, memahami aku bahkan melibehi diriku sendiri.
dia tetap sabar dan berbahagia menghadapi tingkah kekanak-kanakan ku.
contohnya pada hari ini,
bukan, tepatnya 3 hari dari aku menulis diary ini...
malam itu setelah aku membesuh saudara di RS pria ini, ya.. panggil saja dia paejoo ini panggilan sayang kami dan aku adalah paenndull hehe agak konyol tapi lucu juga.
eiiccttt.... tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan
sekitar pukul 19:00 wib aku memutuskan untuk kembali ke malang, karena esok ingin menghadap dosen, ditengah perjalanan kami terhenti karena hujan deras, yaa... walaupun udah membawa jas hujan tapi dia memutuskan utuk bersinggah di POM bensin karena alasan takut aku sakit. (ciiee... lebay padahal gak blasss)
di sana kami bercanda seperti biasa, banyak orang yang memperhatikan kami (sookk GR haha)
tapi beberapa waktu kemudian cndaan kami terhenti, memang benar kata orang tua, terlalu banyak bergurau membuat kita menangis. sigkat kata saja, aku marah sama dia, aku diam sambil menangis... diapun terdiam dan hanya bisa diam dan bersabar untuk tidak meladeniku
selang beberapa waktu kemudian hujanpun reda dan kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan
dijalan aku tetap menangis dan tidak terjadi satu percakapanpun
sampai pada saatnya
ndull: joo barangku ketinggalan di POM tadi
paejo: iya ta ndull???
ndull: yaudah lah udah jauh g usah di ambil gak penting juga
paejo: (diam)
ndull: (diam, dan sinis)
(tiba2 memutuskan untuk putar arah)
ndull: (melihat plang arah menuju surabaya)... joo mau kemana???
paejo: pulang kemalang (dengan nada yang pendek)
ndull: (ooo... percaya karena pada dasarnya tidak tahu arah). sampai pada akirnya, dalam hati (kog kayak POM bensin tadi).... jooo ngapain k POM kan bensinnya penuh
paejo: katanya barang pyn ketinggalan, dimana biar aku aku ambilkan
ndull: bentar tak cek e di tas,,, wah ada g ketinggalan joo... maap hehehe
paejo: hemm makanya dek di cek dulu, yawes gpp.... ojo marah ae ta, mas e gak konsen nyetir nich.. (dengan nada yang rendah)
ndull: pyn gak bilng kalw mau ambil, jadi aku gak cek heheh... maap ya jooo
paejo: iya gpp ndullku sayang
ndull; makasih
hehe terimakasih Tuhan, terimakasih kamu paejo yang selalu mengerti perasaanku, aku sayang kamu, bahkan kamu sendiri tidak tahu dan tidak mampu untuk mengukurnya
i love you so much
#maaf ya teman tulissannya agak membosankan ini aku baru belajar, semoga besok akan ada cerita yang lebih baik untuk ditulis lagi. hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar